Assalamu'alaikum, teman!
Beberapa hari yang lalu sebelum libur lebaran, saya mendapatkan sebuah materi pembelajaran agama Islam yang sangat menarik. Yaitu Surat Al-Kafirun ayat 1-6 yang mengangkat tema tentang "toleransi".
Berikut ini adalah pembahasan tentang surat Makiyyah dalam Al-Qur'an yang ke-109 ini :
قُلْ يٰٓأَ يُّهَا الْكٰفِرُوْنَ (١) لآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ (٢) وَلآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ
مَآ اَعْبُدُ (٣) وَلآ اَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْ (٤) وَلآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ
مَآ اَعْبُدُ (٥) لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ (٦)
Artinya :
(1) Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! (2) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (3) Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. (4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. (5) Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. (6) Bagiku agamaku, dan bagimu agamamu."
Terjemahan Kata
قُل (katakanlah)
يٰٓأَ يُّهَا(wahai orang-orang)
Terjemahan Kata
قُل (katakanlah)
يٰٓأَ يُّهَا(wahai orang-orang)
الْكٰفِرُوْنَ(kafir)
لآ(tidak)
اَعْبُدُ(aku
akan menyembah)
مَا (apa yang)
تَعْبُدُوْنَ (kalian sembah)
وَلآ (dan bukan)
اَنْتُمْ (kalian)
عٰبِدوْنَ (orang-orang
yang menyembah)
مَآ(apa yang)
اَعْبُدُ(aku sembah)
اَنَا(aku)
عَابِدٌ(menjadi penyembah)
عَبَدْتُّمْ(kalian
sembah)
لَكُمْ(bagi
kalian)
دِيْنُكُمْ(agama kalian)
وَلِيَ(dan bagiku)
دِيْنِ(agamaku)
Hukum Bacaan yang Terdapat di Dalamnya
Mad Wajib Muttasil : huruf mad bertemu alif dalam satu kata
يٰٓأَ يُّهَا
Alif-Lam Qmariyah : "alif-lam" bertemu dengan huruf qamariyah, maka dibaca jelas
الْكٰفِرُوْنَ
Mad Jaiz Munfasil : huruf mad bertemu dengan hamzah dalam dua kata
لآ اَعْبُدُ - وَلآ اَنْتُمْ - مَآ اَعْبُدُ - وَلآ اَنَا
Mad 'Aridh Lissukun : mad ashli / mad thabi'i diikuti oleh huruf yang berharakat hidup tapi dibaca mati karena diwaqafkan
الْكٰفِرُوْنَ - تَعْبُدُوْنَ - وَلِيَ دِيْنِ
Ikhfa Haqiqi : nun sukun / tanwin bertemu dengan huruf ikhfa
اَنْتُمْ
Idgham Bigunnah : nun sukun / tanwin bertemu dengan huruf idgham bigunnah
عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْ
Idzhar Syafawi : mim sukun bertemu dengan huruf selain mim dan ba'
اَنْتُمْ عٰبِدوْنَ - لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Qalqalah Kubra : bunyi huruf qalqalah yang matinya (sukunnya) karena diwaqafkan
مَآ اَعْبُدُ
Mad Ashliy : setelah huruf mad tidak terdapat hamzah, tasydid atau sukun
مَا تَعْبُدُوْنَ - عٰبِدُوْنَ - اَنَا عَابِدٌ - دِيْنُكُمْ
Azbabun Nuzul
(Diriwayatkan oleh At-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas)
Kaum Quraisy berusaha memperngaruhi Nabi Muhammad SAW dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi orang yang paling kaya di Makkah dan akan dinikahkan dengan yang dikehendakinya. Orang-orang Quraisy berkata, "Inilah yang kami sediakan bagimu, hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Kemudian Nabi SAW menjawab, "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku."
Maka turunlah Qs. Al-Kafirun ayat 1-6 sebagai jawaban atas peristiwa tersebut.
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahab dan Ibnu Munzir yang bersumber dari Juraiji)
Kau kafir Quraisy berkata kepada Rasulullah SAW, "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula."
Maka turunlah surat Al-Kafirun sebagai jawaban atas ajakan mereka.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina)
Al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah SAW dan berkata, "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami."
Maka Allah menurunkan surat Al-Kafirun.
Isi Kandungan dalam Qs. Al-Kafirun
- Penegasan kepercayaan/keyakinan bahwa Tuhan yang disembah Rasulullah SAW dan umatnya itu berbeda dengan Tuhan yang disemba oleh orang-orang kafir
- Allah SWT menyuruh kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam untuk tidak mencampuraduk antara kepercayaan kepada Allah SWT degan kemusyrikan
- Ketegasan penolakan Nabi Muhammad SAW untuk tidak membaurkan keimanan kepada Allah SWT dengan keimanan orang-orang kafir
- Batas-batas toleransi dalam hal aqidah dan ibadah
- Umat Islam dilarang mencampuradukkan masalah aqidah dan ibadah
- Tata cara beribadah dalam Islam ditentukan oleh Rasulullah SAW dengan bimbingan Allah SWT
- Toleransi hanya dibolehkan dalam hal sosial kemasyarakatan dan hubungan antar manusia (muamalah)
- Kebebasan bagi siapapun untuk memeluk agama yang menjadi keyakinannya
Pengamalan dalam Kehidupan Sehari-hari Kita
- Memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran Islam
- Tidak mencampuradukkan antara aqidah dan ibadah
- Tidak mencampuradukkan antara kepercayaan kepada Allah dengan kemusyrikan
- Bertauhid kepada Allah danmenjauhi perbuatan syirik
- Beribadah dengan ikhlas dan sesuai dengan apa yang Rasulullah SAW ajarkan
- Menghormati pemeluk agama lain dan tidak memaksakan agama pada orang lain
- Memberi kebebasan pada orang-orang untuk memeluk agama yang diyakininya
Jadi, begitulah isi dan kandungan ayat dari Surat Al-Kafiru yang baru saja saya pelajari ini. Semoga ilmu yang saya bagikan berguna bagi kalian semua.
Mohon tambahannya jika ada yang masih kurang sebagai pembelajaran kita bersama ^^
Mohon tambahannya jika ada yang masih kurang sebagai pembelajaran kita bersama ^^
Wassalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar