Baru-baru ini saya mendapat tugas dari guru sastra Indonesia saya untuk menganalisis puisi terjemahan yang berjudul Love at The First Sigh. Puisi ini adalah buah karya Wislawa Szymborska, seorang sastrawan asal Polandia yang telah banyak memperoleh penghargaan nobel.
![]() |
| Wislawa Szymborska sumber : google.com |
Puisi aslinya ditulis dalam bahasa Polandia tentunya.
Ini dia wujud asli puisinya :
Wisława Szymborska, Miłość od pierwszego wejrzenia
Oboje są przekonani,
że połączyło ich uczucie nagłe.
Piękna jest taka pewność,
ale niepewność piękniejsza.
Sądzą, że skoro nie znali się wcześniej,
nic między nimi nigdy się nie działo,
A co na to ulice, schody, korytarze,
na których mogli się od dawna mijać?
Chciałabym ich zapytać,
czy nie pamiętają -
może w drzwiach obrotowych
kiedyś twarzą w twarz?
jakieś “przepraszam” w ścisku?
głos “pomyłka” w słuchawce?
- ale znam ich odpowiedź.
Nie, nie pamietają.
Bardzo by ich zdziwiło,
że od dłuższego już czasu
bawił się nimi przypadek.
Jeszcze nie całkiem gotów
zamienić się dla nich w los,
zbliżał ich i oddalał,
zabiegał im drogę
i tłumiąc chichot
odskakiwał w bok.
Były znaki, sygnały,
cóż z tego, że nieczytelne.
Może trzy lata temu
albo w zeszły wtorek
pewien listek przefrunął
z ramienia na ramię?
Było coś zgubionego i podniesionego.
Kto wie, czy już nie piłka
w zaroślach dzieciństwa?
Były klamki i dzwonki,
na których zawczasu
dotyk kładł się na dotyk.
Walizki obok siebie w przechowalni.
Był może pewnej nocy jednakowy sen,
natychmiast po zbudzeniu zamazany.
Każdy przecież początek
to tylko ciąg dalszy,
a księga zdarzeń
zawsze otwarta w połowie.
Nah, untuk mempermudah tugas analisis puisi, saya telah diberikan versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia :
Wislawa Szymborska, Cinta Pada Pandangan Pertama
Keduanya sama meyakini,
bahwa sebuah gelombang emosi telah mengikat mereka.
Keindahan adalah sebuah kepastian
tapi ketidakpastian, ia jauh lebih indah.
Karena sebelumnya mereka tidak mengetahui satu sama lain,
mereka menduga tiada yang terjadi diantara mereka,
lalu bagaimana dengan dua sisi jalanan, ratusan anak tangga, dan lorong demi lorong,
di mana mereka saling berpapasan jauh di masa sebelumnya?
Aku ingin bertanya pada mereka,
ingatkah pada suatu ketika -
mungkin saja saat melintasi pintu yang berputar
wajah mereka saling bersua?
sebuah "permisi" di tengah keramaian?
atau seruan "salah sambung" pada sebuah panggilan?
- namun aku tahu jawaban mereka.
Tidak, mereka tak ingat itu semua.
Mereka akan sangat-sangat takjub
untuk mengerti bahwa sekian lamanya
pintu kementakan telah bermain-main dengan mereka.
Sang peluang belum sepenuhnya siap
untuk menjadi takdir bagi mereka,
ia muncul sesaat kemudian mundur seketika,
menghalangi jalan mereka
dan, seraya tertawa nakal
ia melompat ke tepi masa.
Selalu ada tanda demi tanda, isyarat demi isyarat,
tapi apalah artinya? Jika mereka tiada terbaca.
Bisa jadi tiga tahun yang lalu
atau mungkin kemarin Rabu
secarik selebaran tertiup bayu
dari bahu sampai ke bahu?
Ada yang lenyap dan ada yang bertemu
Siapa yang tahu, jika ia adalah sebuah bola
di rimbunnya semak masa kanak-kanak?
Diantara puluhan bel dan gagang pintu
di mana ratusan jejak sentuhan mereka
menumpuk saling bertemu.
Pun ketika koper mereka berdampingan di ruang bagasi.
Mungkin mereka saling berbagi mimpi di malam hari
yang sayangnya terhapuskan di kala pagi.
Setiap mula
adalah keberlanjutan nan niscaya,
dan lauhul mahfudz
tak akan sepenuhnya terbuka.
Bagaimana? Bagus 'kan puisinya? Meski tidak memakai kata-kata kiasan seperti puisi-puisi Indonesia, tapi gayanya yang menceritakan makna secara gamblang malah membuat puisi ini lebih menyentuh hati. Itulah kelebihan puisi luar negeri.
Nah, sekarang mari kita analisis puisinya mulai dari isi atau makna puisi!
Dari puisi yang telah kita baca di atas, dapat kita simpulkan bahwa puisi tersebut menceritakan tentang dua orang yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka mengakui bahwa mereka baru pertama kali saling bertemu, padahal sebenarnya mereka sudah berkali-kali bertemu satu sama lain tetapi mereka tidak menyadarinya.
Penulis menceritakan bahwa kedua tokoh utama sebenarnya pernah berpapasan di dua sisi jalan, anak tangga dan lorong. Kemudian saling bersua dalam keramaian dan dalam telepon salah sambung. Tetapi mereka tidak ingat itu semua.
Sebenarnya hal-hal tersebu bukanlah merupakan sebuah kebetulan semata, melainkan telah ditetapkan ileh Tuhan dalam takdir mereka. Tuhan telah menuliskan perjalanan hidup kedua tokoh sehingga secara kebetulan saling bertemu. Hanya saja takdir belum siap untuk benar-benar mempertemukan mereka. Butuh waktu hingga akhirnya sang kedua tokoh tersebut menyadari takdir mereka.
Berikutnya, dari penjelasan isi atau makna puisi di atas kita dapat menyimpulkan bahwa puisi tersebut bertemakan tentang "Takdir Percintaan". Dibuktikan dengan adanya buku yang berisi tentang kisah kedua tokoh utama (lauhul mahfidz) yang telah ditulis oleh Tuhan agar mereka saling bertemu dan kemudian jatuh cinta.
Dari puisi karya Wislawa Szymborska di atas, kita dapat memetik beberapa pelajaran yaitu, kita jadi tahu bahwa kebetulan-kebetulan yang terjadi dalam hidup kita sebenarnya bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan memang merupakan bagian dari rencana Tuhan. Kemudian, Tuhan telah menuliskan apa-apa saja yang akan terjadi dalam hidup kita, termasuk dalam hal percintaan. Tuhan telah memberika bagi tiap-tiap manusia jodoh yang terbaik untuk mereka.
Wislawa Szymborska dalam menuliskan puisinya, dia begitu optimis dengan pendapatnya. Dibuktikan dengan larik-larik puisi yang terus-menerus meyakinkan pembacanya bahwa sebenarnya kedua tokoh utama dalam puisinya telah bertemu sebelumnya. Sang penulis banyak memberikan bukti seperti kejadian di lorong, anak tangga atau pesawat.
Akhirnya selesai juga pembahasan kita kali ini tentang puisi menakjubkan dari Wislawa Szymborska. ^^
Apabila kalian ingin memberikan tambahan atau komentar, monggoo...
Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar